Selasa, 18 Oktober 2011

Pengertian Tari

Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh
manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.
Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk
gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika.

Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh
yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.

Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang
diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga
menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta
(Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan
penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui
media ungkap yang disamarkan.

Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang
berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.
Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari
dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987, 12). Dalam
upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan.

Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari
masih banyak diperdebatkan. Hal ini terbukti masih belum komplitnya
pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Laju
pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif, dinamis, dan
sangat beragam intensitas pendalamannya. Oleh sebab itu dalam beberapa
tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali
terus menerus.

Dalam perkembangan berikut, tari disampaikan oleh Soedarsono
bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak
ritmis yang indah.

Sri Hermawati Dwi Ariani dkk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar